simpan
RSS

FC Barcelona,Anugerah Bagi Sepak bola Aniniversary 113th


Football Club Barcelona




Bulan November selalu menjadi hari istimewa bagi para Barcelonistas. Betapa tidak, klub kebanggaan, Barcelona Football Club, berulang tahun di bulan tersebut, tepatnya setiap tanggal 29 November. Didirikan oleh Hans Gamper, seorang pengusaha asal Swiss, lebih dari satu dasawarsa silam, tahun ini klub kebanggaan publik Catalonia itu akan berusia 113 tahun.
Dalam rentang usia yang demikian panjang, banyak sudah prestasi ditorehkan oleh Barca, terlebih dalam rentang sepuluh tahun terakhir. Sebut saja, meraih tiga dari tujuh gelar Liga Champions sejak 2006, atau sebagai kontestan wajib di babak semifinal Liga Champions lima tahun terakhir. Namun, di luar prestasi tersebut, ada beberapa hal menarik yang bisa dikupas menyangkut Barca sehingga menjadikannya selalu dikenal dengan semboyan “Mes Que Un Club” atau “Bukan Sekedar Klub”.
Soal riwayat pendirian.
Hampir sama dengan banyak klub, Barca pun awalnya didirikan sebagai kelompok pencinta sepakbola saja. Namun ada perbedaan soal identitas publik yang menjadi penggemar awal klub ini, yakni kelompok masyarakat Catalonia sebagai penduduk asli provinsi Catalonia, tempat klub ini bermarkas. Literatur sepakbola dan akademis menyebutkan sejarah penolakan provinsi terhadap dominasi ibukota telah membaurkan identitas olahraga dan nasionalisme daerah Catalonia pada beberapa fase perkembangan negara kerajaan Spanyol. Dan satu hal, dampak dari penolakan itu selalu melekat pada Barca dan tim ibukota, Real Madrid, pada laga El-Clasico, sebagai satu-satunya partai yang boleh dilabelkan demikian karena begitu panjangnya riwayat berdirinya klub ini. Barca memang beda, Barca “Bukan Sekedar Klub”.
Soal stadion.
Terkait dengan riwayat klub di atas, stadion bagi klub Barcelona adalah barang mewah sampai tahun 1957, dimana proyek konstruksi tiga tahun stadion Camp Nou selesai dibangun. Sebelumnya, Barca hanya melakukan aktivitasnya di stadion yang sangat kecil bernama Les Corts. Karena begitu kecilnya stadion ini, sebagian penonton bisa saja duduk di tribun tertinggi di belakang sehingga bila dilihat dari luar stadion, hal ini menjadi seperti deretan pantat manusia, yang menjadi awal julukan klub ini sebagai Los Cules. Barca memang beda, Barca “Bukan Sekedar Klub”.
Soal manajemen klub.
Michel Platini, Presiden UEFA, pernah berujar bahwa Barca adalah satu contoh panutan dari sedikit klub yang menjalankan prinsip-prinsip keanggotaan klub sebagai syarat kepengurusan dan manajemen klub. Memang, setelah membeli perusahaan, sepertinya membeli klub adalah tren lahan investasi baru bagi pengusaha-pengusaha kaya. Dan dampak dari semua ini berpotensi menyebabkan klub kehilangan identitas dan idealisme sepakbola terganggu. Barca memang beda, Barca “Bukan Sekedar Klub”.
Soal pembibitan pemain.

Poin ini menjadi sangat membedakan Barca dengan klub lainnya setelah globalisasi sepakbola di abad 21, yang ditandai dengan eskalasi nilai transfer dan gaji pemain setelah pembelian beberapa klub Eropa oleh milyarder minyak dari Rusia dan Timur Tengah. Barca sangat percaya diri dengan kemampuannya melatih dan mendidik olahragawan muda dengan level berjenjang hingga sampai di tim senior. Nama yang sudah kita kenal dengan tempat pembibitan ini adalah “La Masia”, yang secara harafiah berarti Rumah Petani. Barca memang beda, Barca “Bukan Sekedar Klub”.
Soal pendanaan.
Sekarang ini sepertinya terlihat sama saja kostum Barcelona dengan tim-tim lainnya, yakni bertuliskan nama sebuah perusahaan yang menjadi sponsor klub. Barca pun demikian dengan kostumnya, mencantumkan sebuah nama organisasi dunia Unicef, dan belakangan pun sudah memiliki sponsor. Namun jangan dibayangkan nama-nama organisasi yang tercantum di kostum tersebut telah menjadikan Barca klub royal dan mewah tanpa batas. Justru sebaliknya, berbeda dengan tim lain, Barca yang menyumbang ke Unicef. Barca memang beda, Barca “Bukan Sekedar Klub”.
Soal kepribadian pemain.
Tercatat, Deco dan Ronaldinho adalah dua pemain terakhir Barca yang sering terumbar media soal kehidupan malamnya. Secara perlahan, dengan promosinya pemain-pemain didikan La Masia ke dalam tim senior, semakin seragam pula sikap dan mental bertanding positif para pemain Barca. Bagaimana keterkaitannya? Beberapa artikel pribadi yang pernah dituliskan oleh beberapa wisatawan yang pernah berkunjung ke La Masia menyebutkan bahwa jam berkunjung ke akademi ini selalu diatur tidak bentrok dengan jam belajar para calon olahragawan ini, yang diyakini suatu hari akan berpengaruh pada cara hidup mereka yang tidak mencari publikasi atas prestasi yang nantinya mereka peroleh. Ini salah satu praktek yang dilakukan. Maka boleh kita menduga bahwa seleksi pemain di Barca kini bukan hanyalah soal teknik, tapi juga soal kepribadian pemain yang berdampak baik bagi keutuhan tim. Barca memang beda, Barca “Bukan Sekedar Klub”.
Soal filosofi permainan.
Ada dua istilah permainan yang sering dikaitkan dengan Barca, yakni total football dan tiki-taka. Disadari atau tidak, cara bermain Barca dengan kedua sistem di atas telah menjadi sebuah referensi bagi klub-klub lain. Betapa seringnya kita mendengar tekad para pelatih klub-klub lain untuk menjadikan permainan timnya seperti Barca. Tapi bermain seperti Barca bukan proses sehari, secara konsisten Barca selalu memeragakan sepakbolanya berdasarkan sistem tersebut, entah sesulit apapun medan atau tim yang sedang dihadapi. Barca memang beda, Barca “Bukan Sekedar Klub”.
Kekaguman kita semua para Barcelonistas pada Barca boleh jadi akan semakin bertambah bila melihat realitas sekitar kita. Iseng-iseng saya kadang coba nyeleneh mencoba menebak-nebak hasil El-Clasico dari berapa banyak orang yang saya lihat menggunakan merchandise Barca, entah baju, jaket, celana, tas, gantungan kunci dan lainnya sepanjang hari saat pertandingan dilangsungkan. Iseng-iseng tak masuk akal sebenarnya. Di sini saya menemukan penggemar Barca sudah menjadi lebih dominan. Iseng-iseng nyeleneh ini pun kadang saya lakukan di partai-partai besar Barca lainnya, sebutlah di hari final Liga Champions. Hasilnya pun secara konsisten serupa, yang saya sangat yakini disebabkan oleh keberhasilan Barca tidak hanya soal prestasi, namun juga soal hal-hal pembeda seperti di atas.
Maka berbanggalah kita sebagai Barcelonistas memiliki klub seperti Barca. Semakin panjang usia klub ini, telah semakin anugerah yang diberikannya untuk perkembangan sepakbola. Maka mari kita dukung terus Barca untuk terus berprestasi di sepakbola dan berkontribusi sosial bagi lebih banyak lagi masyarakat dunia. Selamat ulang tahun, Barca! KamiBarcelonistas akan selalu mendukungmu.
Segenap Keluarga Komunitas Barcelona Indonesia yang tergabung dalam wadah “Fans Club Barcelona Indonesia”  yang tersebar di seluruh pelosok negeri, mengucapkan
“Selamat Ulang Tahun Klub Sepakbola Terbaik di Jagad Raya, 113 Tahun dan selamanya akan menjadi yang terbaik di mata dan hati pecinta olahraga Sepakbola” Visca Barca!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Rekayasa Perangkat Lunak Smk Telkom Telesandi Bks
Diberdayakan oleh Blogger.